Minggu, 10 Desember 2017

Hadis tentang Kebersihan, Ludah, Ingus, Sampah, dll.


Meludah, ingus, sampah

(Sahih Muslim no. 864 dari Abu Zar)[1]

حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ، ..، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، عَنِ النَّبِيِّ  قَالَ: " عُرِضَتْ عَلَيَّ، أَعْمَالُ أُمَّتِي حَسَنُهَا وَسَيِّئُهَا، فَوَجَدْتُ فِي مَحَاسِنِ أَعْمَالِهَا، الْأَذَى يُمَاطُ عَنِ الطَّرِيقِ، وَوَجَدْتُ فِي مَسَاوِي أَعْمَالِهَا، النُّخَاعَةَ، تَكُونُ فِي الْمَسْجِدِ، لَا تُدْفَنُ
Dipaparkan kepadaku segala amal umatku, yang baik dan yang buruk. Maka aku mendapatkan di antara kebaikan amal umatku adalah membuang rintangan yang mengganggu di jalanan. Dan aku mendapatkan dalam amal jelek umatku adalah meludah (ingus/ dahak/ sampah/ dll) tanpa dipendam'.

Marilah kaum muslimin, tanggaplah dengan hal-hal yang membahayakan,
jagalah kebersihan, janganlah membuang sampah, meludah, membuang ingus sembarangan, tidak pada tempatnya.
Bukan hanya bahwa hal-hal tersebut terlihat jorok, jijik,
tapi lebih kepada mencintai apa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad saw.
yang kelak kita harapkan syafaatnya di Padang Mahsyar.
Bayangkan, jika Negara dengan 200 juta penduduk Muslim ini
menjalankan apa yang dinyatakan dalam hadis tersebut?
Tidak perlulah kita memuji kebersihan dan ketertiban negara-negara eropa.
Mungkinkah itu terjadi?
Mulailah dari diri pribadi !


* Hadis tersebut adalah salah satu hadis yang tercantum dalam buku
"77 Hadis Nabi dan 99 Kalimat Bijak Pedoman Santri"
terbitan MBS MUHIBA Yogyakarta


[1] Urutan rawi: Abu Zar al-Ghifari (w.32H), Abu Aswad al-Dili (w.69H), Yahya bin Ya’mar (w.89H), Yahya bin ‘Uqail (saduq), Wasil maula Abi ‘Uyainah, Mahdi bin Maimun (w.171H), Syaiban bin Farrukh (saduq-w.235H). Kualitas hadis: hasan. Terdapat syahid dari jalur ‘Ali bin Abi Talib, namun daif. 



0 komentar:

Posting Komentar