Jumat, 08 Desember 2017

Hadis tentang aset akhirat


Tiga amal yang berkelanjutan

(Sunan Ibn Majah no. 237 dari al-Haris bin Rab’i)[1]

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيل قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  " خَيْرُ مَا يُخَلِّفُ الرَّجُلُ مِنْ بَعْدِهِ ثَلَاثٌ، وَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ، وَصَدَقَةٌ تَجْرِي يَبْلُغُهُ أَجْرُهَا، وَعِلْمٌ يُعْمَلُ بِهِ مِنْ بَعْدِهِ
"Sebaik-baik perkara yang ditinggalkan oleh seseorang sepeninggalnya ada tiga; anak salih yang mendoakannya selalu, sedekah jariyah, serta ilmu yang diamalkan oleh orang sepeninggalnya."

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ، إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Keterangan Syarh Hadis:
       Alhamdulillah, tidak ada dosa warisan dalam Islam, semua manusia akan menanggung dosa sesuai dengan yang ia kerjakan selama hidup di dunia, begitu pula dengan pahala kebaikan, diberikan sesuai perbuatannya selama hidup di dunia. Ketika kematian datang, maka terputuskan perihal dosa dan pahala.
      Namun dalam Islam, Alhamdulillah, masih diberikan kesempatan untuk menambah pahala meskipun telah berada di alam barzah / kubur setelah kematian dengan beberapa cara:
1. Doa Anak Saleh / yang taat perintah dan larangan dalam Islam
    Berbahagialah bagi kita yang mempunyai anak yang saleh, berawal dengan memilih pasangan yang saleh / salehah, membekali sejak dalam kandungan dengan terus memperdengarkan hanya hal yang baik, lantunan al-Qur'an serta kalimat doa yang baik, menjauhkan dari lagu musik kalimat tidak bermanfaat, yang akan menjadi dasar utama dalam jiwanya.
    Kemudian memilihkan bagi anak lembaga pendidikan yang baik, tidak harus yang mahal tentunya, tapi pastikan bahwa di lingkungan ia belajar jauh dari kejahatan Internet, HP, TV, dll. Selalu mendoakan kebaikan untuk anak di setiap setelah salat wajib dan salat malam.
    Bagi sebagian saudara kita yang belum diamanahi anak, ingatlah bahwa mengabaikan perhatikan terhadap anak, sehingga ia menjadi anak yang tidak baik, hal tersebut dapat menjadi beban dosa bagi orang tuanya. Dan pada akhirnya, bukan gelar kesarjanaan, profesi yang terpandang, harta yang melimpah, yang diharapkan dari anak-anak, melainkan doa anak soleh yang selalu mengalirkan kebaikan kepada orang tuanya, meskipun orang tuanya telah tiada.

2. Ilmu yang bermanfaat
Allah swt. akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu dan beramal soleh. Ilmu Pengetahuan adalah salah satu pembeda yang membedakan antara manusia dan binatang. Tanpa Ilmu, tugas manusia sebagai Khalifah fil Ard tidak akan terlaksana. Dengan Ilmu keislaman, seseorang tidak akan tersesat dengan mengikuti praktik keagamaan yang tidak didasari dengan dalil Qur'an dan Hadis sahih. Senantiasalah membaca dan belajar, dan kemudian diajarkan kepada sesama, khususnya pada anggota keluarga yang menjadi tanggungan. Kelak, Ilmu yang dipraktikkan dan diajarkan itulah yang akan menjadi pahala kebaikan untuk kita yang terus mengalir meskipun kita telah tiada.

3. Sedekah Jariah
Harta yang berupa benda mati sangat tergantung kepada penggunanya. Jika harta benda digunakan untuk kebaikan, maka ia akan mengalirkan pahala kebaikan, juga begitu sebaliknya. Harta yang kita sedekahkan untuk pembangunan masjid, akan terus mengalirkan pahala kebaikan selama masjid tersebut dipakai oleh banyak orang, meskipun kita telah tiada. Bersedekah tidak harus menunggu sampai memiliki harta benda yang berlimpah, tapi dapat dimulai dengan bersedekah walau sebiji kurma. Pahala sedekah adalah salah satu pahala yang dapat menyelamatkan pemiliknya dari api neraka.

* Hadis tersebut adalah salah satu hadis yang tercantum dalam buku
"77 Hadis Nabi dan 99 Kalimat Bijak Pedoman Santri"
terbitan MBS MUHIBA Yogyakarta

[1] Urutan perawi: Haris bin Rab’i (w.54H), ‘Abdullah bin al-Haris (w.95H), Zaid bin Aslam (w.136H), Zaid bin Zaid (w.125H), Khalid bin Zaid (w.144H), Muhammad bin Salamah (w.191H), dan Isma’il bin ‘Ubaid (w.240H). Kualitas hadis: sahih. Para syahid: Abu Hurairah, Anas bin Malik, ‘Abdullah bin Mas’ud, dll.
Dalam Sahih Muslim no. 3092 dari Abu Hurairah tersebut di atas bersanad hasan, namun lebih masyhur.

0 komentar:

Posting Komentar