Senin, 11 Desember 2017

Yahudi dan Nasrani Kristen






Bani Isra’il keturunan Nabi Ya’qub (Isra’il, berarti hamba Allah yang istimewa atau berjalan di malam hari) sudah menunjukkan kedurhakaan terhadap Allah swt. sejak masa Nabi Musa- Taurah (al-Baqarah [2]: 75-93), bahkan mengangkat Uzair menjadi anak Tuhan, mengubah isi Taurat (al-Nisa’ [4]: 46), hingga menolak Nabi Isa- Injil, bahkan disebutkan membunuhi hingga 43 para Nabi (Ali Imran [3]: 21), di antaranya Nabi Yahya dan Zakariya, serta upaya membunuh Nabi Isa dan Muhammad saw. namun belum dibinasakan keseluruhan dengan Azab sebagaimana umat Nabi Hud, Nabi Saleh, Nabi Lut, dan Nabi Syu`aib. Dari 12 asbat Bani Isra’il, setelah terusir dari tanah kelahirannya oleh Nebukadnezar dan menjadi jajahan para penguasa atas tanah Palestina, juga mengadakan usaha-usaha pemberontakan terhadap penguasa, berpencar mencari perlindungan di berbagai belahan dunia (kaum diaspora), keturunan Yahuda bin Ya’qub mendominasi atau lebih banyak yang bertahan hidup, hingga sisa-sisa bani Isra’il identik dengan sebutan umat sekaligus agama Yahudi yang menjaga “darah Yehuda”, seperti khusus agama keluarga, pengikut Taurat/ Perjanjian Lama yang dipalsukan.

Nabi Isa adalah salah satu manusia yang mampu berbicara ketika masih dalam buaian, juga dapat menghidupkan orang yang telah mati. Disebutkan bahwa di antara orang-orang yang pernah dihidupkan kembali oleh Nabi Isa ialah Sam bin Nabi Nuh, Raja Bani Isra’il,  putri wanita tua yang selalu menangisi pusara putrinya tersebut, dll. Untuk menghindari bahaya, Maryam membawa Isa ke Mesir hingga usia 7 tahun. Lalu kembali lagi ke Palestina, menuju Nazaret (Nasrani), utara Yerussalem  hingga usia 12 tahun, dan kembali ke Yerussalem untuk berdakwah. Karena dakwah Nabi Isa melarang menyembah Kaisar Romawi, juga dengan ragam mukjizat dianggap membahayakan posisi tokoh Bani Isra’il, maka dengan menghasut Gubernur Romawi di Palestina; Pontious Pilatus, bahwa Nabi Isa akan mempunyai banyak pengikut dan akan merebut kerajaan, maka Nabi Isa dan para pengikutnya pada 32 M. dikepung di sebuah rumah dekat dengan Baitul Maqdis. Namun Allah swt. menyelamatkan Nabi Isa dengan merubah wajah salah satu pengikut Nabi Isa yang berkhianat menjadi mirip dengan wajah Nabi Isa (al-Nisa’ [4]: 157). Saat itu usia Nabi Isa belum mencapai 40 tahun. Tiga ratus tahun setelah Nabi Isa diangkat ke langit, para uskup berbeda pendapat tentang Nabi Isa, akhirnya, Raja Romawi saat itu, Konstantin (337 M) mengumpulkan dua ribuan uskup Kristen, kemudian bersama tiga ratusan uskup menetapkan bahwa Nabi Isa adalah anak Tuhan, dan yang bertentangan dengan itu, akan dipenjarakan oleh Konstantin, termasuk umat Yahudi. Peristiwa ini disebut dengan Konsili Nicea I di Turki-Anatolia-Asia Kecil 325 M.

Agama Kristen, umat Kristiani, bermakna pengikut ajaran Yesus Kristus- Juru selamat- penebus dosa. Istilah Masehi merujuk kepada Isa al-Masih. Setelah Yesus resmi diangkat menjadi anak Tuhan pada 325 M, dan berkembang pesat karena menjadi agama resmi Kerajaan Romawi, Kristen mengalami perpecahan menjadi Gereja Katolik dan Gereja Protestan tahun 1517 M, ketika Rahib Martin Luther- Jerman memprotes penyimpangan ajaran Gereja. Salib menjadi simbol agama merujuk kepada peristiwa penyaliban Yudas, Yesus “dimiripkan” Nabi Isa. Sedangkan sebutan Nasrani merujuk kepada Nazaret, kota tempat berdakwah Nabi Isa di Palestina- para pengikut ajaran dari Nazaret, Injil/ Perjanjian Baru yang telah dipalsukan.

Sekian lama setelah masa Nabi Sulaiman w.935 SM, Palestina dihancurkan oleh Raja Nebukadnezar II (Bukhtanasar) 560 SM. Penguasa Babilonia itu membunuhi Bani Isra’il. Kemudian Koresh Agung, Pendiri Kekaisaran Persia- Iran, mengalahkan Kerajaan Babilonia- Irak pada 540 SM. Lalu Aleksander Agung, Kaisar Makedonia- Yunani, menaklukkan kekaisaran Persia tahun 330 SM. Kemudian Kerajaan Romawi merebut Palestina tahun 100 SM. Kembali Kekaisaran Persia- Sasaniyah, Kisra Aboriz putra Hurmuz merebut Palestina tahun 610 M. Surah al-Rum [30]: 4, menerangkan bahwa Kerajaan Romawi akan mengalahkan Kekaisaran Persia di Palestina, akhirnya Raja Heraklius (beragama Kristen) dari Bizantium Romawi Timur merebut Palestina- Syam dari Kaisar Persia tahun 622-630 M. Hingga kemudian Palestina tunduk kepada Amirul Mukminin Umar bin Khattab tahun 637 M. (Masa Khulafa Rasyidin 632-661 M, masa Bani Umayyah “Damaskus 661-750 M, Bani Abbasiyah “Baghdad” 750-1258 M, masa Turki Usmani “Istanbul” 1300-1923 M).

Pada masa “perang salib” yang dimulai 1096 M. atas perintah Paus Urban di Konstantinopel, Palestina- Syam bergantian dikuasai oleh Penguasa Romawi Bizantium Kristen dan para Khalifah Islam. Di antaranya adalah Sultan Salahudin al-Ayyubi (vs Richard de Lion, Raja Inggris), terkenal menguasai Syam- Palestina- Baitul Maqdis tahun 1187 M, hingga wilayah Mesir dengan damai. Tahun 1453 M, Khilafah Turki Usmani- Mehmed II al-Fatih menaklukkan Konstantinopel Bizantium “Istanbul” dan menaungi wilayah besar Eropa tenggara, Asia barat, Afrika bagian utara, dan masyhur sebagai negara terkuat di Dunia. Namun tahun 1492 M, wilayah Andalusia- Spanyol (dikuasai Bani Umayyah sejak 711 M) direbut oleh Raja Kristen Fernando III dan Ratu Isabel, saat itu umat Yahudi dan Islam dibantai, dan sisanya melarikan diri dari Spanyol.

Umat Yahudi selalu diberi ruang perlindungan dalam wilayah kekuasaan khilafah Turki Usmani dari penindasan penguasa Kristen, karena ulah Yahudi lah “Yesus” disalib. Pelan tapi pasti, umat Yahudi menyamar menjadi muslim atau kristiani / menjadi mata-mata dan mulai memasuki beragam posisi strategis dalam perekonomian, media massa, militer, dan pemerintahan muslim ataupun kristiani. Revolusi Perancis 1790 M. melahirkan undang-undang yang mengakui umat Yahudi sebagai warga negaranya. Salah satu orang Yahudi yang berperan adalah bankir Eropa; Edmond James de Rothschild yang keturunannya diangkat menjadi bangsawan Wina-Austria, London-Britania Inggris, Frankfurt-Jerman, Napoli-Italia, Paris-Perancis, menjadi sponsor peperangan antar negara dan negara apapun yang memenangkan perang, maka keluarga Rothschild tetap menang.

Perang Dunia I terjadi pada tahun 1914-1918 M. telah menggunakan Tank, Pesawat, Kapal Selam, dll. yang dipelopori oleh Sekutu: Kekaisaran Rusia yang membela Serbia, Perancis yang bermusuhan dengan Jerman, dan Britania- Inggris membela Belgia yang diserang Jerman, kemudian diikuti oleh Italia yang mengincar wilayah kekuasaan Austria, Amerika yang kapal dagangnya diserang Jerman, Jepang yang menginginkan wilayah kekuasan Jerman di Pasifik, Australia, termasuk raja-raja Muslim di Hijaz, dll. Sedangkan lawannya adalah Blok Aliansi: Kekaisaran Jerman yang membantu kekaisaran Austria-Hongaria, kemudian diikuti oleh Kesultanan Turki Usmani (The Sick Man of Europe) yang wilayahnya selalu diincar oleh Kekaisaran Rusia, dll. Perang Dunia I dimenangi oleh Sekutu dengan kerugian besar di semua pihak. Kekaisaran Rusia, Kekaisaran Austria, Kekaisaran Jerman, Kesultanan Turki Usmani, hancur dan terpecah menjadi berbagai negara. Beberapa wilayah Khilafah Turki Usmani menjadi milik Sekutu, Perancis mendapat wilayah utara benua Afrika kecuali Mesir dan Sudan, sedangkan Britania Inggris mendapatkan selebihnya termasuk wilayah Palestina berdasarkan deklarasi Balfour tahun 1917 M. dan akan memberikannya kepada umat Yahudi sebagai balas jasa atas bantuan para tokoh, ilmuan, dan elite Yahudi dalam peperangan. Penduduk Arab- Palestina mulai diusir, umat Yahudi ramai menuju Palestina dari penjuru dunia, gerakan untuk membentuk negara Yahudi- Israel tersebut sering disebut dengan istilah Zionisme (nama lain kota Yarussalem dalam Perjanjian Lama).

Perang Dunia II berlangsung tahun 1939-1945 M. dengan menggunakan bom nuklir dengan korban lebih dari 70 juta jiwa. Sekutu dipelopori oleh Perancis, Britania- Inggris, Amerika Serikat, Polandia, Uni Soviet- Rusia, Tiongkok- China, Australia, dll. Melawan Aliansi Poros yang dipelopori oleh Jerman- Partai Nazi Hitler, Fasisme Italia- Romawi Baru, Kekaisaran Jepang, Hongaria, dll. Selama perang berlangsung, terjadi peristiwa Holocaust- Genosida, pembunuhan sistematis terhadap lebih dari 6 juta umat ras Yahudi oleh tentara Nazi Jerman di seluruh daerah yang dikuasai. Kebencian Hitler kepada umat ras Yahudi- antisemit, disebabkan kekhawatiran terhadap persatuan Yahudi yang mampu mengalahkan ras Arya- Jerman untuk mengendalikan dunia. Namun sumber yang lain menyebutkan, bahwa pembantaian terhadap umat Yahudi adalah permintaan dari tokoh elite Yahudi sendiri kepada Hitler agar umat Yahudi di seluruh negara dunia yang ingin hidup nyaman segera berkumpul di Palestina. Akhirnya pada 14 Mei 1948, negara Israel resmi terwujud dengan bendera Bintang David dan dua garis sungai Nil – Eufrat sebagai batas wilayahnya. Setiap umat Yahudi yang datang ke negara Israel akan ditanyai tentang garis keturunannya.



Dalam Musnad Ahmad disebutkan bahwa Nabi Isa akan turun lagi ke Bumi di Damaskus, untuk menyatakan bahwa ia bukanlah orang yang disalib (al-Nisa’[4]: 159). Pada masa itu, Dajjal “imam Yahudi” juga akan terbunuh di Lod- Palestina. Disebutkan juga bahwa saat itu Ya’juj dan Ma’juj (Gog Magog) akan dikalahkan (al-Anbiya’ [21]: 96). Ya’juj Ma’juj pernah tertahan dengan bukit kaukasus / tembok kokoh sepanjang Laut Kaspia hingga Laut Hitam oleh Raja Zulqarnain (540 SM)?. Tidak diketahui siapakah Ya’juj Ma’juj, ada yang mengatakan bahwa mereka adalah bangsa Mongol- China. Kemudian setelah peperangan, keamanan akan merata di Bumi, hingga sapi dan singa dapat hidup berdampingan. Nabi Isa akan hidup sekitar 7-40 tahun, lalu diwafatkan dan disalatkan oleh kaum muslimin “imam Mahdi” (al-Zukhruf [43]: 61). Sebagai Nabi sebelum yang terakhir, Nabi Isa telah mengabarkan akan kedatangan Nabi Akhir Zaman, Muhammad saw. (al-Saff [61]: 6).


Penulis: Ustaz Muhammad Musa dalam Buku
Tafhim Quran Tematik Para Nabi

0 komentar:

Posting Komentar