MBS MUHIBA
BERBAGI AMAL JARIAH
Wakaf bapak ibu akan membantu kami dalam menyiapkan
Wakaf bapak ibu akan membantu kami dalam menyiapkan
pondok pesantren baru untuk kemajuan generasi Islam
dimasa mendatang
Alhamdulillah perkembangan pesantren MBS MUHIBA dari tahun ketahun
mengalami perkembangan yang pesat sehingga kami sebagai pengurus pondok
merasa kwalahan dalam penataan gedung yang terbatas dan juga
perluasan pengembangan gedung baru dengan pembebasan tanah, dan dengan
ini kami pengururus pondok bermaksut untuk memohon bantuan kepada
dermawan muslim untuk membantu kami dalam bentuk wakaf gedung/tanah, dan atas
segala bantuannya kami ucapkan banyak banyak trimkasih.
Amal Jariyah adalah
sebutan bagi amalan yang terus mengalir pahalanya, walaupun orang yang
melakukan amalan tersebut sudah wafat.
Amalan tersebut terus memproduksi pahala yang terus mengalir
kepadanya. Ditinjau dari beberapa hadits
Nabi
ada beberapa amalan yang berguna untuk orang yang sudah meninggal dunia, yaitu
:
Hadis tentang amal
jariyah yang populer dari Abu Hurairah
menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
إذا مات نسانُ انقطعَ عملُه إلا من ثلاثٍ:
صدقةٍ جاريةٍ، أو علمٍ يُنْتفعُ بهِ، أو ولدٍ يدعو له (رواه البخاري ومسلم
‘Jika manusia mati
maka terputuslah amalnya, kecuali tiga: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat,
dan anak yang mendoakannya’ (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Padahal,
hadits tersebut hanyalah sekedar menyebut jumlah, tidak bermaksud membatasi
hanya pada tiga amal tersebut. Dalam hadits-hadits lain, kita akan temukan
bahwa selain tiga amal tersebut, masih banyak amal lain yang tetap mengalir
kepada orang yang sudah mati setelah kematiannya.
misalnya:
"Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya" (HR. Muslim).
Selain dari ketiga jenis perbuatan di atas, ada lagi beberapa macam perbuatan yang tergolong dalam amal jariah.
"Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya" (HR. Muslim).
Selain dari ketiga jenis perbuatan di atas, ada lagi beberapa macam perbuatan yang tergolong dalam amal jariah.
1. Arti
Kata Amal Jariyah
Istilah Amal Jariyah itu adalah istilah
khas Indonesia. Kata-kata amal jariyah sudah menjadi bahasa sehari-hari
seperti Bahasa Indonesia yang lain. Padahal kata amal jariyah tersebut berasal
dari bahasa Al-Qur’an dari kata-kata a’malun (perbuatan hasil karya)
yang mengalami perubahan bentuk bisa menjadi a’mila yang artinya
“mengerjakan”. Dan kata a’mila ini kebanyakan bersatu dengan kata-kata “shalihan”
(shaleh) menjadi “amila shalihan” (mengerjakan amal shaleh).
Penyatuan dua tersebut dapat dijumpai
dalam QS. Al-Baqarah : 62, QS. Almaidah : 69, QS. An-Nahl : 97, QS. Al-Kahfi :
88, QS. Maryam : 60, QS. Thaha : 75,82 dan masih banyak lagi ayat-ayat itu.
Demikian kata-kata a’milu juga menyatu dengan kata-kata “shalihat”
menjadi “a’milu shalihat” (berbuat baik) ayat-ayatnya pun dapat dijumpai
dalam QS. Al-Baqarah : 25,82,277; QS. Al-A’raf : 43, QS. Yunus : 4 dan masih
banyak lagi ayat-ayat itu.
Adapun kata “jariyah” (mengalir)
dalam Al-Qur’an tidak pernah menyatu dengan kata-kata amal jariyah yang sering
disebut sebagai “amal jariyah”. Kata “jariyah” di dalam Al-Qur’an dapat
dijumpai dalam surat Al-Haqqah : 11 dan Al-Ghasyiyyah : 12 dan Al-Dzariyat : 3
dan ini semuanya tidak menyatu dengan kata-kata a’malan, a’milun.
Dalam tuturan sehari-hari, kita telah menyatukan dua kata
ini, dalam Al-Qur’an sehingga sebutannya menjadi “amal jariyah” yang artinya
perbuatan baik yang terus mengalir baik manfaatnya, maupun pahalanya. Apalagi
dihubungkan dengan QS. At-Tin : 6, “kecuali orang-orang beriman dan mengerjakan
amal shaleh, maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya”.
Penyatuan kedua kata dalam Al-Qur’an (a’mal jariyah) ini
sebenarnya menunjukkan dorongan atau motivasi supaya kita secara istiqamah
(terus terang) mengerjakan perbuatan kebajikan, karena dibalik itu ada manfaat
dan pahala yang terus mengalir tanpa putus.
2.
Beberapa Hadits Tentang Jenis dan Pahala Amal Jariah
عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أن مما يلحق المؤمن من حسانته بعد موته: علما نشره، أو ولدا صالحا تركه،
أو مصحفا ورّثه، أو مسجدا بناه،
أو بيتا لإين السبيل بناه، أو نهرا أجراه، أو صدقةً أخرجها من ماله في صحته تلحقه بعد موته (رواه أبن ماجة وابن خزيمة
Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah saw bersabda,
‘Sesungguhnya di antara amal kebaikan orang beriman yang akan mengalir
kepadanya setelah kematianny adalah: ilmu yang disebarluaskannya, anak shalih
yang ditinggalkannya, mushaf al-Quran yang diwariskannya, masjid
yang dibangunnya, rumah singgah yang dibangunnya untuk ibnu sabil, sungai yang dialirkannya, sedekah yang
dikeluarkannya semasa sehatnya. Semua itu akan mengalir baginya setelah
kematiannya’ (Riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah).
Dalam kitab Syarh as-Shudur, Imam al-Hafizh
Jalaluddin as-Suyuthi menyebutkan hadits-hadits lain yang menyebut lebih dari
tiga amal tersebut. Berikut adalah hadits-hadits yang dimaksud.
عن
جرير بن عبد
الله مرفوعا: من سنّ سنّة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها من بعده من غير أن ينقص من أجورهم شيء، ومن سنّ سنّة سيئة كان
عليه وزرها ووزر من عمل بها
من بعده من غير أن ينقص من أوزارهم شيء (رواه مسلم
Dari Jarir bin Abdullah secara marfu’,
bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Barangsiapa yang merintis suatu tradisi yang
baik, maka ia mendapatkan pahala rintisan tersebut dan setelah ia meninggal
dunia ia mendapatkan pula pahala orang yang melanjutkan tradisi baik tersebut
tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang melanjutkan tradisi tersebut.
Barangsiapa yang merintis suatu tradisi
yang jelek, maka ia maka ia mendapatkan dosa rintisan tersebut dan setelah ia
meninggal dunia ia mendapatkan pula dosa orang yang melanjutkan tradisi jelek
tersebut tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang melanjutkan tradisi
tersebut’ (Riwayat Muslim).
عن
ثوبان،
أن رسول الله صلى الله عليه
وسلم قال: كنت نهيكم عن زيارة القبور فزوروها، واجعلوا
زيارتكم لها صلاةً عليهم، واستغفارا لهم (رواه الطبراني
Tsauban menuturkan bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Dulu aku
pernah melarang kalian melakukan ziarahkubur, maka sekarang
lakukan ziarah kubur. Jadikan ziarah kubur kalian itu
sebagai kesempatan untuk mendoakan mereka sekaligus permohonan ampunan bagi
mereka’ (Riwayat at-Thabrani).
3.
Tujuh macam amal yang tergolong amal jariah
1. Menyebarluaskan ilmu
pengetahuan yang bermanfaat, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal, seperti
diskusi, ceramah, dakwah, dan sebagainya. Termasuk dalam kategori ini adalah menulis
buku yang berguna dan mempublikasikannya.
عن أبي
سعيد الخدري مرفوعا: من علّم آيةً من كتاب الله أو بابا من علم أنمى الله أجره إلى
يوم القيامة (رواه أبن عساكر
Dari Abu Sa’id al-Khudry secara marfu’,
Rasulullah saw bersabda, ‘Barangsiapa yang mengajarkan satu ayat dari
Kitabullah atau satu pembahasan dari suatu ilmu, maka akan mengembangkan
pahalanya sampai hari Kiamat’ (Riwayat Ibnu Asakir).
2. Mendidik anak menjadi
anak yang saleh. Anak yang saleh akan selalu berbuat kebaikan di dunia. Menurut
keterangan hadis ini, kebaikan yang diperbuat oleh anak saleh pahalanya sampai
kepada orang tua yang mendidiknya yang telah wafat tanpa mengurangi
nilai/pahala yang diterima oleh anak tadi.
عن أبي
أمامة، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم: أربعةٌ
تجري عليهم أجورهم بعد
الموت: مرابطٌ في سبيل الله، ومن علّم علما، ورجلٌ
تصدّق بصدقة، فأجرها له
ما جرت، ورجل ترك ولدا صالحا يدعو له (رواه أحمد
Dari Abu Umamah, bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Ada 4
golongan yang senantiasa mengalir pahala kepada mereka setelah meninggal dunia,
yaitu: orang yang berjaga untuk berjihad di jalan Allah, orang yang mengajarkan
ilmu, orang yang berrsedekah jariah, dan orang yang meninggalkan anak shalih
yang berdoa untuknya’. (Riwayat Ahmad).
3. Mewariskan
mushaf (buku agama) kepada orang-orang yang dapat memanfaatkannya untuk kebaikan
diri dan masyarakatnya.
4. Membangun
masjid. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi saw.: ”Barangsiapa yang
membangun sebuah masjid karena Allah walau sekecil apa pun, maka Allah akan
membangun untuknya sebuah rumah di surga” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Orang yang membangun masjid tersebut akan menerima pahala
seperti pahala orang yang beribadah di masjid itu.
5. Mengalirkan air secara
baik dan bersih ke tampat-tempat orang yang membutuhkannya atau menggali sumur
di tempat yang sering dilalui atau didiami orang banyak. Setelah orang yang
mengalirkan air itu wafat dan air itu tetap mengalir serta terpelihara dari
kecemaran dan dimanfaatkan orang yang hidup maka ia mendapat pahala yang terus
mengalir.Semakin banyak orang yang memanfaatkannya semakin banyak ia menerima
pahala di akhirat. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa membangun
sebuah sumur lalu diminum oleh jin atau burung yang kehausan, maka Allah akan
memberinya pahala kelak di hari kiamat.” (HR. Ibnu
Khuzaimah dan Ibnu Majah).
,عن
أنس
قال: قال رسول الله صلى الله
عليه وسلم: سبعٌ يجري للعبد أجرها بعد موته وهو
في قبره: من علّم علما، أو أجرى نهرا، أو حفر بئرا، أو غرس نخلا، أو بنى مسجدا، أو ورّث مصحفا، أو ترك ولدا يستغفر له
بعد موته (رواه البزار وأبو
نعيم
Anas bin Malik menuturkan bahwa Rasulullah saw bersabda,
‘Ada 7 hal yang pahalanya terus mengalir kepada seorang hamba setelah
kematiannya dan ia berada di kuburnya, yaitu: orang yang mengajarkan ilmu,
mengalirkan sungai, menggali/membuat sumur, menanam pohon kurma, membangun
masjid, mewariskan mushaf al-Quran, dan meninggalkan anak yang memohonkan
ampunan baginya setelah kematiannya’ (Riwayat al-Bazzar dan
Abu Nu’aim).
6.
Membangun rumah atau
pondokan bagi orang-orang yang bepergian untuk kebaikan. Setiap orang yang
memanfaatkannya, baik untuk istirahat sebentar maupun untuk bermalam dan
kegunaan lain yang bukan untuk maksiat, akan mengalirkan pahala kepada orang
yang membangunnya.
7.
Menyedekahkan
sebagian harta. Sedekah yang diberikan secara ikhlas akan mendatangkan pahala
yang berlipat ganda.
4. Cakupan Jenis Amal Secara Umum
Jika kita gabungkan informasi semua hadits tersebut, maka
kita dapatkan bahwa ada 13 amal yang pahalanya tetap mengalir setelah kematian,
sebagai berikut:
1. Sedekah
jariah
2. Ilmu
yang bermanfaat buat orang lain
4. Berjaga
untuk jihad di jalan Allah
5. Merintis
suatu tradisi yang baik
6. Pelestarian
tradisi yang baik oleh generasi berikut
7. Mewariskan
mushhaf al-Quran
8. Membangun
masjid
9. Membangun
rumah singgah untuk ibnu sabil
10. Mengalirkan
sungai
11. Membuat
sumur
12. Menanam
pohon kurma (atau pohon lain yang buahnya/hasilnya dapat dinikmati oleh orang
lain atau binatang)
Jadi, amal yang pahalanya akan terus mengalir setelah
kematian bukan hanya tiga.

0 komentar:
Posting Komentar